Kalo ada film yang bikin gw nonton terus dan selalu berkata “bhuangshaaaaaaattt bhuangshaatttt anjheeeeeeenggg anjhengggg” itu ya cuma ini! ‘Bhuangsattt’ dan ‘Anjheeeng’ disini bukan berarti mencela tapi ucapan kekesalan saya karena pikiran saya dipermainkan Nolan (Biar kayak moviefreak yang selalu nyebut nama sutradaranya).
Diperainkan seperti apa sih? aeeehhhhhh penasaran????!! Jadi gini, di film ini Nolan kayaknya pengen ngasih kita pelajaran penting dalam kehidupan! Jangan lupakan sesuatu begitu cepat. hahahaha ya bener, jangan lupakan sesuatu. Entah kalian abis boker merasakan lobang2 kebhatilan anda panas. pasti anda lupa kenapa panas. Padahal anda sendiri yang membuat si nganu panas, entah lewat makan yang terlalu pedas, atau aaaaaaaaaahhhh kegiatan kaum-kaum yang nganu sekali! Ya kan???? Jangan lupaka detil…
Balik ke film, khaidah nonton film ini sebenarnya sama, jangan lupakan detil yang barusan terjadi, karena film ini menyajikan 2 alur cerita yang berbeda. Sering saya liat di blog-blog movie, kata-kata mereka hampir sama dalam membahas ini! Cuih! ingin keliatan pintar sampai copas tulisan orang trus di edit dikit???
Oke selalu keluar jalur kalau saya berbicara, balik ke alur film ini. Film ini menyajikan 2 alur, yaitu ketika anda liat filmnya berwarna, berarti alurnya mundur. Ingat itu! sementara begitu warna nya hitam putih, alurnya maju. Jadi di awal mula film, itu sebenarnya adalah ujung film kalau alur ditarik secara normal. Bingung? Enggak lah! Kalau sampai bingung, entah apalagi yang saya harapkan dari teman-teman segenerasi untuk bangsa ini.
Untuk soal cerita, ini yang keren. Si Guy Pearce ini adalah orang yang menderita Short-term memory. Artinya, ia suka lupa kalo abis ngapain aja beberapa menit yang lalu. Dia pengen nyari pembunuh istri dia yang mati karena di perkaos, katanyeeeee.. Nah biar gak lupa dan selalu inget tujuan dia. Dia mentatto badannya penuh dengan petunjuk-petunjuk yang dia dapetin dari mane-mane. Sembari moto-in orang-orang yang ada hubungannya sama tujuan dia.
Garis besar film ini seperti itu, gak mungkin saya ceritain tumpah ruah dimari, bisa-bisa gak keren nanti. Pernah saya usulin film ini ke temen saya yang katanya movie-freak, saya malah diserang dengan mengatakan bahwa selera saya aneh. Lalu saya berpikir, kalo film ini aneh dan banyak moviefreak yang doyan, berarti film ini keren!
ANEH = KEREN! HHAHAAHHAHAHAH
Yaaaaa akhir kata, buat yang doyan film-film puzzle begini, kalian harus nonton! Saya gak akan pernah bohong tentang kualitas film ini….
YAK! kalo tadi saya ngebahas film tentang anak yang hilang sampai kasih ibu tiada tara, skrg saya mau ngebahas film yang kasih ibu tiada taranya juga. Ibu memang tiada Tara mengasihi kita. Tidak seperti Tara tetangga sebelah yang kayak kampret songongnya. Tapi tidak ada Tara di komplek saya. Ini cuma karangan…
Kembali ke film, ini film korea drama-thriller yang pertama kali saya tonton. Waktu itu saya ngeliat download2an trus ada comment nya. Banyak yang bilang film ini bagus. Berarti orang-orang itu orang super keren karena memang setelah saya tonton, film ini luar biasa!!! Perasaan luar biasa yang saya miliki setelah saya tonton film ini, ingin saya bagi ke teman-teman saya. Apalah daya, mereka tidak tau bahkan tidak tertarik, sekalipun pacar saya. Sedih hatiku sedih.
Tapi saya dilahirkan untuk tidak bersedih! Ya saya harus semangat untuk menyuarakan kebenaran seperti yang dilakukan Ibu-ibu tokoh utama di film ini. Bercerita tentang single mother yang memiliki anak idiot/autis/atau apalah namanya. Ibu ini bekerja membuka praktek akupuntur yang bisa melupakan memori gitu deh. Suatu saat, anaknya ini terkait dengan pembunuhan gadis muda yang rada bitchy kalo menurut saya (Kalo sudah nonton pasti tau). Anaknya pun di tangkap.
Selesai? HAHAHAHAHHAHA! Saya tidak sebodoh itu mebahas film meskipun tata bahasa dan pengetahuan tentang Cast dan Director minim. Tetap saya bukan orang bodoh. Karena saya bukan orang bodoh, saya bilang film ini bagus. Menguras emosi.
Emosi yang dikuras disini adalah pembelaan kita semua terhadap si anak idiot! Tidak mungkin anak idiot ini membunuh. Dan tidak ada hubungannya. Si ibu pun sependapat sama saya, sampai membela-bela melakukan investigasi sendiri karena polisi lamban kerja nya. Dan pada ujungnya, polisi menetapkan anaknya memang tersangka. WHAT A FUCKIN LAW!!!!!!!!
Ya, perasaan kita bergulat sepanjang film, kita pengen banget ibu itu cepet menemukan pelaku sebenarnya karena si Idiot ini kasihan di sel penjara, tempat yang seharusnya bukan tempat dia.
Sekali lagi saya sarankan, tontonlah film ini, (males nulis judulnya) hahahahhaha. sekian… salam damai dan salam 10-0 buat PSSI!
Banyak temen-temen saya yang saya tanyai tentang film ini, pada bilang gak tau. Bahkan ada yang udah males duluan ketika saya saranin tonton film ini. Ada yang bilang selera saya aneh lah, saya gak tau film bagus lah ato apalah. Bagi saya yang awam ini, film bagus itu yang masuk akal, digarap dengan cerita yang berbobot, punya nilai tersendiri, dan ada unsur kekerenan hahahhahaha.
Balik ke film ini, kalian semua harus tonton film ini. Film yang pada saat saya tonton, saya menitikan air mata sedikit. Jujur saja, saya menangis, mengingat kasih orang tua yang kehilangan anak-anaknya, sampai frustasi, dan investiigasi seorang dosen yang rada sotoy menuduh ibu-bapaknya yang ngumpetin.
Film ini bikin saya selalu penasaran siapa yang ngumpetin anak-anak itu? Apa bener investigasi dengan ketegangan yang dibangung di film ini berujung sama konklusi yang final? huuuuuuu ini semua adalah kekerenan menurut saya!
Cerita tentang beberapa anak yang main ke gunung dan hilang sampai beberapa waktu yang tak kunjung ketemu. Pada saat hari ilangnya tu anak-anak, di daerah tersebut sedang di adakan semacam pemilu wilayah (semacam pilkadanya). Lalu ada karyawan tv yang di alihin disana. Mulai tertarik investigasi anak-anak yang ilang itu dengan bantuan dosen lokal. Disitulah mulai cerita.
Bener-bener ngebuat sedih ini film, saya yang notabene nya males sama kisah pilu cinta dan blablabla, harus mengakui bahwa film pasti bikin sedih dan menangis (minimal dalam hati deh), karena saya ingat ibu saya. Kasih ibu memang gak ada batas nya, apalagi dalam keadaan pasrah, ada telefon gak jelas, ampe bela-belain dianggap itu anaknya yang nelefon, saking kangennya. Bener deh, sediiiiiiiiiiihhhhh! Dan buat para cewe-cewe penyedih karena kisah cinta, kalian akan menangis begitu nonton film ini, karena kalau kalian tidak menangis, kalian tidak sayang ibu bapak kalian, alias anak durhaka! hahahahaha :P enjoy…
check out my band track: Feel Insanity \m/



